cara sederhana menguji tekstur tanah
Tekstur tanah

Bagian yang terpenting dalam berkebun sayuran adalah melihat kondisi tanah. Dalam budidaya konvensional, tanah merupakan fondasi penopang tanaman dan menyimpan sebagaian besar nutrisi untuk menentukan berhasil atau gagalnya produksi panen.

Salah satu penentu baik atau tidaknya tanah untuk budidaya sayuran yakni dengan menentukan jenis tanah yang kita miliki. Mengetahui fraksi/tekstur tanah sangat pentinguntuk menentukan jenis tanaman yang cocok untuk dtanam di kebun pekarangan.

Berbagai jenis tanah memiliki kebutuhan dan perawatan yang berbeda, sehingga semakin kita tahu, semakin teliti kita dalam merawat tanaman.

Tekstur tanah

Ada 3 komponen penyusun tekstur tanah yakni debu (silt), liat (clay) dan pasir.

  • Clay/liat terdiri dari partikel kecil yang apabila terkena air akan saling menyatu dengan erat. Liat dapat menyimpan air dan nutrisi dengan baik. Namun kelemahan liat yakni akar sulit berkembang karena tanah yang padat dan resiko banjir di sekitar perakaran tinggi.
  • Debu terdiri dari partikel mineral dan batuan berukuran kurang dari 0,002 inci. Pergerakan air pada media kurang optimal tapi kelembaban level medium.
  • Partikel pasir berukuran lebih besar. Memiliki porositas yang tinggi sehingga menyebabkan media cepat kering dan kelembaban kurang.
Komponen penyusun Tekstur tanah
Komponen penyusun Tekstur tanah

Tanah untuk media tanam akan lebih optimal apabila diseimbangkan dari ketiga komponen tersebut. Namun untuk menyeimbangkannya diperlukan analisis tekstur tanah untuk mengetahui kandungan liat, debu dan pasir yang akan dijadikan media tanam.

Uji/Analisis Tekstur Tanah Sederhana

Meskipun analisis tekstur tanah terdengar rumit, kami memberikan tips untuk menguji tekstur tanah secara sederhana dengan alat yang mudah didapat. Sebelum melakukan uji tekstur tanah, siapkan alat dan bahan sebagai berikut:

  • Wadah/botol/Stoples bekas
  • Sekop kecil
  • Air bersih
  • Sampel tanah

Cara menguji tekstur tanah

  • Ambil beberapa bagian tanah yang akan diuji teksturnya dengan menggunakan sekop kecil
  • Masukkan tanah ke dalam wadah atau stoples lalu ditambahkan air sampai penuh dengan perbandingan 1 tanah: 3 air.
  • Setelah diisi, stoples lalu dikocok selama 5 menit untuk mememcahkan bagian-bagian tanah untuk dianalisis.
  • Biarkan selama beberapa jam hingga terdapat lapisan-lapisan tanah di bagian dasar stoples.
  • Lapisan-lapisan tersebut tersusun berdasarkan berat jenis. Pasir memiliki berat jenis yang paling besar sehingga berada di bagian paling dasar. Debu berada ditengah-tengaj lalu diikuti liat berada di paling atas.
  • Jika melihat serpihan tanah yang melayang atau mengambang bisa jadi itu bahan organik. Tanah yang berwarna gelap biasanya memiliki lebih banyak bahan organik dan akan cenderung lebih rapuh.
menguji tekstur tanah dengan stoples
Uji tekstur tanah

Foto di atas menggambarkan kombinasi ideal tekstur tanah untuk tanaman. Tekstur tanah yang ideal untuk sayuran yakni liat 10-30%, debu 30-50% dan pasir 25-50%. Selain dengan cara menambahkan ketiga bahan diatas, penambahan bahan organik juga dapat menyeimbangkan tekstur tanah untuk media tanam sesuai keinginan kita. Anda dapat membaca artikel mengenai membuat pupuk organik di sini

Itulah artikel mengenai Cara Sederhana Menguji Tekstur Tanah. Jika ada kesempatan kami akan mencoba menulis artikel mengenai cara membuat pupuk guano dengan Em4. Terus kunjungi situs kami atau like halaman facebook kami diĀ Tips dan Inspirasi Kebun PekaranganĀ untuk mengetahui info-info terbaru pertanian urban.

BAGIKAN
Berita sebelumyaAmankah Menyiram Tanaman dengan Air Ledeng? Berikut Pertimbangannya
Berita berikutnyaJenis Pupuk Yang Cocok Untuk Tanaman Polybag
Arriyadh Prayugo lahir di Banyuasin, pada hari ke sepuluh di bulan Juni, 1995. Saat ini sedang menempuh pendidikan akhir S1 di Universitas Sriwijaya Program Studi Agroteknologi spesialis Budidaya Pertanian. Aktif di beberapa kegiatan dan konsultan pertanian. Penulis juga merupakan founder sekaligus pengurus LapakPetani.com dan BibitPalembang.id. Sosok yang memiliki ketertarikan dengan hobi membaca dan menulis melatarbelakangi berdirinya blog yang bertema "Artikel, ide dan edukasi" ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here