tips memulai hidroponik sendiri
Sistem hidroponik

Sebelum memulai hidroponik sendiri di rumah, ada baiknya kita masuk ke bagian perencanaan kebun hidroponik. Berkebun hidroponik agak berbeda dengan berkebun konvensional dengan tanah. Jika berkebun dengan media tanah, kita tidak perlu direpotkan dengan pemilihan media dan konsentrasi nutrisi untuk tanaman tertentu.

Namun di sistem hidroponik berbeda, kita ditekankan untuk memberikan konsentrasi nutrisi yang tepat dan menjaga pH air sebagai medianya. Kesalahan dalam hal pemberian nutrisi bisa berakibat pada tidak maksimalnya pertumbuhan tanaman dan hasil yang diperolehpun tidak memuaskan.

Persiapan Sebelum Memulai Hidroponik Sendiri

Dalam melakukan persiapan memulai hidroponik sendiri, ikuti 6 langkah berikut ini

Tentukan Sayuran Yang Ingin Ditanam

Hal pertama yang harus kita lakukan ketika akan menanam dengan sistem hidroponik yaitu menentukan sayuran yang akan ditanam. Menentukan jenis sayur yang tepat harus memahami kondisi iklim, cahaya, cuaca dan tempat.

Sistem hidroponik untuk tanaman tertentu juga berbeda. Misalnya antara sistem hidroponik untuk sayuran hijau dan sayuran buah seperti cabe. Hidroponik sayuran hijau seperti kangkung, bayam, selada dan lain-lain lebih ditekankan menggunakan sistem NFT/DFT. Sedangkan sayuran buah seperti cabe lebih baik menggunakan sistem wick.

Jika ini pertama kalinya kita menggunakan hidroponik untuk budidaya sayuran, sebaiknya pada tahap awal dimulai dengan menanam sayuran hijau yang umurnya relatif pendek dan mudah dibudidayan seperti kangkung dan selada.

Menentukan Sistem Hidroponik

Ada banyak pilihan ketika harus membeli sistem hidroponik. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan sebelum memilih sistem hidropnik terbaik yaitu; Jumlah ruang yang dimiliki, jenis tanaman yang akan ditanam, anggaran, dan jumlah lubang tanam yang diinginkan

Pertimbangan diatas juga berlaku jika kita membuat sistem hidroponik sendiri. Pastikan juga setelah sistem dipasang air bisa mengalir dengan baik dan tidak ada kebocoran yang keluar dari pipa. Sistem hidroponik yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak seragam.

tomat hidroponik
hidrponik tomat

Memilih Sumber Cahaya

Jika di rumah kita tidak memiliki sumber cahaya matahari yang cukup (terhalang gedung misalnya) kita perlu memilih lampu khusus untuk menopang pertumbuhan tanaman. Pencahayaan yang tepat akan menjadi faktor utama keberhasilan kebun hidroponik.

Beberapa hal yang bisa dipertimbangkan sebelum membeli lampu tumbuh hidroponik adalah biaya, intensitas cahaya, spektrum cahaya dan area jangkauan. Saat kita serius memulai hidroponik, memilih lampu tumbuh dengan harga murah namun tidak teruji kualitasnya bukanlah pilihan terbaik.

Memilih Media Hidroponik

Untuk merencanakan kebun hidroponik sendiri, kita harus menentukan jenis media tumbuh apa yang paling sesuai. Jenis media tumbuh yang harus  digunakan tergantung pada apa yang akan ditanam dan jenis hidroponik yang digunakan.

Beberapa jenis media tumbuh menawarkan kelebihan masing-masing. Jika kita ingin menanam sayuran hijau melalui sistem NFT/DFT sebaiknya menggunakan rockwool. Tapi jika ingin menanam sayuran buah hidroponik seperti cabe, tomat dan terong sebaiknya menggunakan media sekam bakar atau cocopeat.

Memilih Nutrisi Hidroponik

Ada banyak jenis merek nutrisi hidropnik. Dalam memilih nutrisi, sebaiknya disesuaikan dengan jenis tanaman. Nutrisi untuk sayuran daun dan sayuran buah biasanya berbeda. Untuk sayuran buah, setiap fase pertumbuhan nutrisinya juga berbeda antara fase vegetatif dan produktif.

Nutisi hidroponik yang berkualitas juga harus memiliki unsur hara mikro dalam bentuk kelat. Kelat ini berfungsi memobilisasi dan memudahkan ketersediaan hara bagi akar untuk tanaman hidroponik yang dibudidayakan.

Membeli TDS dan pH Meter

TDS meter sangat penting untuk mengukur kandungan unsur hara pada hidroponik. TDS adalah singkatan dari Total Dissolved Solid yang berfungsi mengukur partikel padatan yang terlarut di dalam air dalam bentuk ppm. Alat TDS inilah yang bisa memberi tahu kita kapan untuk menambahkan larutan nutrisi ke hidroponik.

tds meter untuk hidroponik
TDS meter

Alat lain yang tak kalah penting yaitu pH meter. Alat TDS saat ini sudah banyak yang dilengkapi dengan pH meter. pH meter ini berfungsi mengukur kemasaman larutan hidroponik. pH dianggap penting karena pH yang terlalu rendah (<4) biasanya unsur hara tidak dapat diserap dan mengakibatkan pertumbuhan tanaman hidroponik tidak optimal.

BAGIKAN
Berita sebelumyaPupuk Alternatif Di Sekitar Kita, Gratis!
Berita berikutnyaCara Menyesuaikan pH Larutan Hidroponik
Arriyadh Prayugo lahir di Banyuasin, pada hari ke sepuluh di bulan Juni, 1995. Saat ini sedang menempuh pendidikan akhir S1 di Universitas Sriwijaya Program Studi Agroteknologi spesialis Budidaya Pertanian. Aktif di beberapa kegiatan dan konsultan pertanian. Penulis juga merupakan founder sekaligus pengurus LapakPetani.com dan BibitPalembang.id. Sosok yang memiliki ketertarikan dengan hobi membaca dan menulis melatarbelakangi berdirinya blog yang bertema "Artikel, ide dan edukasi" ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here