jenis pupuk yang cocok untuk tanaman polybag
Bibit seledri polybag

Pada era urban farming, orang mulai berbondong-bondong memanfaatkan lahan sempit untuk berkebun di pekarangan. Hal ini dikarenakan lahan pertanian terutama di perkotaan sudah mulai tergusur sedangkan kebutuhan akan sayuran sehat meningkat.

Salah satu cara agar dapat memproduksi sayuran sendiri di rumah adalah dengan cara menanamnya secara bertingkat. Tapi apakah perawatan terutama pemupukan tanaman polybag sama dengan perawatan tanaman konvensional? mari kita cari tahu.

Tanaman dalam pot atau polybag sangat serakah dan membutuhkan pupuk lebih banyak dibanding tanaman yang ditanam langsung pada tanah. Hal itu dikarenakan tanaman dalam polybag hidup dalam kondisi unik yang tidak memiliki sifat yang setara seperti di alam.

Alasan pertama, campuran media tanam untuk tanaman polybag biasanya sedikit mineral alami dan mudah terkikis akibat penyiraman. Campuran media tanam seperti cocopeat, sekam bakar dan serbuk kayu sangat buruk dalam hal kandungan mineralnya.

Ditambah lagi, media tanam polybag lebih banyak terpapar udara bebas daripada media langsung di tanah. Sehingga media tanaman polybag yang terlalu porous mudah mengering dan memaksa kita untuk menyirami mereka lebih sering. Hal ini mengakibatkan resiko pencucian unsur hara yang tinggi dan melepaskan mineral-mineral penting.

Situasinya sangat berbeda untuk tanaman yang ditanam langsung pada tanah. Saat hujan atau saat penyiraman, ada cukup banyak mineral yang dapat larut di dalam tanah dan hanya cenderung turun ke lapisan tanah yang lebih rendah terbawa oleh perkolasi air. Tapi kemudian mineral-mineral tersebut bergerak kembali ke zona akar melalui aksi kapiler ketika tanah mulai mengering. Dengan demikian, mineral cenderung tidak banyak berkurang akibat pencucian oleh air hujan atau penyiraman.

Untuk media polybag, penyiraman yang telalu sering atau hujan lebat menyebabkan mineral tidak sempat larut dan langsung keluar dari lubang drainase sehingga hilang sia-sia.

Jenis Pupuk Yang Tepat Untuk Tanaman Polybag

Apa yang sudah kita baca dari latar belakang di atas adalah tanaman dalam polybag lebih rakus akan unsur hara di mana mineral sangat mudah habis akibat pencuican. Itulah sebabnya kita perlu memilih jenis pupuk yang tepat untuk tanaman polybag untuk menekan biaya perawatan pupuk

Pupuk Tipe Slow-release

Pehobi kebun pekarangan yang sudah berpengalaman pasti akan setuju bahwa jenis pupuk yang cocok untuk tanaman dalam polybag adalah jenis pupuk yang lambat tersedia atau slow release dan mengaplikasikannya sebelum tanam dan setelah tanam.

Pupuk jenis slow release artinya pupuk tersebut melepaskan unsur hara secara perlahan dan bertahap. Hal ini akan seiring waktu memberikan unsur hara secara bertahap seiring musim tanam berlangsung. Pupuk jenis ini bisa anda dapatkan di toko-toko pertanian dengan berbagai merek, tapi jangan lupa untuk mengaplisakannya sesuai rekomendasi di label.

Baca: Masalah Umum Pemupukan Nitrogen, Fosfor, Kalium dan Sulfur

Pupuk Daun

Pupuk jenis lain yang bisa dikombinasikan dengan pupuk slow-release adalah pupuk daun. Cara pengaplikasian pupuk daun dilakukan dengan cara disemprotkan pada bagian permukaan bawah daun dan batang. Untuk efisiesi, usahakan melakukan penyemprotan ketika stomata terbuka yakni pada pukul 7.00-9.00 atau 16.00.

Ada banyak sekali jenis pupuk daun, dan biasanya dilabeli dengan kemasan pupuk cair meskipun tidak semua pupuk cair bisa diaplikasikan ke daun. Pupuk daun ada yang dalam bentuk organik maupun anorganik, keduanya sama saja karena unsur haranya sama-sama dapat diserap tanaman melalui mulut daun.

Baca: Cara Membuat Pupuk Asam Amino

Pupuk Organik

Secara pribadi, saya sering menambahkan pupuk organik pada awal tanam dan setelah tanam. Pupuk organik bersifat slow release dan mengandung unsur hara mineral makro dan mikro yang lengkap. Apikasikan pupuk sekitar 1 genggam tangan dewasa pada media tanam setidaknya 2-4 minggu sekali.

Itulah artikel mengenai Jenis Pupuk Yang Tepat Untuk Tanaman Polybag. Jika ada kesempatan kami akan mencoba menulis artikel mengenai cara membuat pupuk guano dengan Em4. Terus kunjungi situs kami atau like halaman facebook kami di Tips dan Inspirasi Kebun Pekarangan untuk mengetahui info-info terbaru pertanian urban.

BAGIKAN
Berita sebelumyaCara Sederhana Menguji Tekstur Tanah
Berita berikutnyaHaruskah Bibit Diberi Pupuk?
Arriyadh Prayugo lahir di Banyuasin, pada hari ke sepuluh di bulan Juni, 1995. Saat ini sedang menempuh pendidikan akhir S1 di Universitas Sriwijaya Program Studi Agroteknologi spesialis Budidaya Pertanian. Aktif di beberapa kegiatan dan konsultan pertanian. Penulis juga merupakan founder sekaligus pengurus LapakPetani.com dan BibitPalembang.id. Sosok yang memiliki ketertarikan dengan hobi membaca dan menulis melatarbelakangi berdirinya blog yang bertema "Artikel, ide dan edukasi" ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here