peran kalsium pada tanaman
Tanaman Pot Pekarangan

Semua makhluk hidup pasti membutuhkan kalsium, meskipun kalsium merupakan mineral yang sangat melimpah di alam namun lebih banyak ditemukan dalam bentuk yang tidak mudah disereap oleh makhluk hidup.

Sama halnya dengan tumbuhan, meskipun di dalam tanah juga terdapat kalsium walaupun dalam jumlah yang sedikit. Namun seringkali kalsium tersebut tidak bisa terserap dengan optimal oleh tanaman karena masih dalam bentuk batuan.

Lantas apa yang harus kita lakukan untuk memastikan bahwa tanaman kita menyerap kalsium yang cukup? sebelum menjawab pertanyaan ini mari kita bahas peran kalsium terhadap pertumbuhan tanaman.

Persediaan Kalsium Sangat Melimpah di Alam

Unsur kalsium atau kapur termasuk urutan ke lima bahan yang paling melimpah tersedia di alam. Kalsium dapat dipereloh dari batuan kapur yang berada di pegunungan kapur. Batuan kapur tersebut merupakan sumber bahan mineral carbonat baik berupa gypsum, dolomit maupun kalsit.

Selain di alam, berbagai jenis pupuk kalsium atau kapur juga banyak yang sudah di komersilkan. Contohnya

Pengaruh/Reaksi Kapur Terhadap Tanah

Kalsium merupakan salah satu unsur hara makro esensial yang bertanggung jawab menopang pertumbuhan tanaman. Kapur sebagai unsur kalsium juga dapat ditambahkan ke dalam tanah untuk mengurangi kemasaman tanah. Proses ini dikenal dengan sebutan pengapuran.

Kalsium yang diaplikasikan ke tanah juga dapat bekerja dengan unsur lain untuk menciptakan berbagai senyawa kimia, yang semuanya mempengaruhi interaksi kimia lainnya. Salah satu penggunaan kalsium yang umum digunakan di luar negeri yakni mitigasi kerusakan lahan yang disebabkan oleh penggunaan pupuk yang berlebihan. Anda bisa membacanya di sini.

Efek Buruk Kelebihan Kapur Pada Tanah atau Tanaman

Overdosis atau kelebihan kalsium atau kapur baik dalam bentuk kalsit atau dolomit dapat berakibat buruk bagi tanaman. Aplikasi kapur yang berlebihan akan menyebabkan senyawa lain tidak larut. Hal ini menyebabkan terbatasnya unsur-unsur penting yang dibutuhkan oleh tanaman seperti besi (Fe), boron (B), dan fosfor (P).

Faktor Penghambat Penyerapan Kalsium Pada Tanaman

Selain dapat menghambat unsur hara, penyerapan kalsium oleh tanaman juga dapat dihambat oleh unsur hara berikut ini.

  • Kalium
  • Sodium
  • Amonium
  • Magnesium
  • Aluminium
  • Amonium

Maka dari itu, penggunaan kapur atau kalsium untuk pertanian haruslah sesuai dengan proporsi atau dosis rekomendasi.

Kelarutan Kalsium di Dalam Tanah

Di tanah masam dengan tingkat pH dibawah 6, kation (ion positif) aluminium dan besi memiliki jumlah yang lebih besar. Hal ini menyebabkan penyerapan kalsium terbatas karena ion-ion tersebut mengikat Ca di dalam tanah.

Hal ini tentunya akan menurunkan kesuburan tanah karena tanah menjadi asam. Masalah tersebut diperparah karena adanya gangguan oleh kation aluminium dan besi. Selain masalah kalsium, unsur mikro seperti Fosfat di tanah masam juga tidak dapat larut dan tidak tersedia bagi tanaman karena terikat oleh Al dan Fe.

Solusi yang efektif untuk mengatasi kemasaman tanah serta keracunan Al dan Fe adalah dengan menambahkan kapur pertanian seperti kalsit ke dalam tanah. Adanya peningkatan unsur kalsium di dalam tanah akan membebaskan unsur kalsium lainnya dan beberapa unsur hara penting dari ikatan kation Fe dan Al sehingga tanah menjadi subur.

Peran Kalsium Dalam Menanggulangi Kelebihan Unsur Fosfor dan Boron

Di alam, pada lahan yang berkapur atau memiliki unsur kalsium yang tinggi akan menyebabkan unsur lain terikat seperti Fosfor dan Boron. Tapi kita belum akan membahas hal ini, akan kita bahas nantinya melalui artikel Menurunkan pH tanah dengan Sulfur.

Kelebihan atau overdosis pupuk seperti Fosfor dan Boron akan menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat dan daun tidak normal. Bila terjadi demikian, aplikasi kapur atau pupuk kalsium bisa membantu mencegah kerusakan tanaman akibat kelebihan boron.

Peran Kalsium Bagi Tanaman

Tanaman membutuhkan kalsium untuk membangun dinding sel yang kuat dan mencegah tanaman rentan terhadap serangan penyakit. Selain membangun dinding sel yang kuat untuk membantu tanaman agar berdiri tegak dan kokoh, dalam jumlah yang seimbang kalsium juga berperan memudahkan unsur-unsur lain terserap oleh tanaman.

Tanaman yang kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan yang kerdil dan tidak kokoh, daun mudah layu dan berubah menjadi coklat. Pada tanaman solanacea seperti tomat akan menyebabkan buah mudah busuk dan pecah.

Pada tanaman seledri dan kubis, kekurangan kalsium akan menyebabkan kerusakan fisiologis berupa daun dan batang seperti terbakar

Cara Meningkatkan Ketersediaan Kalsium Untuk Tanaman

Melalui Tanah

Kapur merupakan bahan yang sangat baik untuk membantu meningkatkan kadar kalsium di dalam tanah. Beberapa jenis kapur terbaik untuk pertanian yakni kalsit dan dolomit. Untuk skala berkebun pekarangan, kita juga bisa menambahkan kulit telur ke media tanah untuk meningkatkan kadar kalsium (Baca: Manfaat Cangkang Telur Sebagai Kompos Hingga Pestisida Organik)

Melalui Semprot atau Pupuk Daun

Jika kita melihat tanda-tanda kekurangan kalsium pada tanaman dewasa, aplikasi penyemprotan dengan pupuk kalsium untuk daun juga dapat dilakukan. Saat ini sudah banyak dijual pupuk kalsium yang memang dikususkan untuk daun, salah satu merek yang paling terkenal adalah Growmore Nutra+Zorb Calcium.

Itulah artikel mengenai Peran Kalsium atau Kapur Bagi Tanaman. Terus kunjungi situs kami atau like halaman facebook kami di Tips dan Inspirasi Kebun Pekarangan untuk mengetahui info-info terbaru pertanian urban.

BAGIKAN
Berita sebelumya6 Masalah Umum Pengomposan dan Cara Mengatasinya
Berita berikutnyaManfaat dan Peran Mikroba Menguntungkan di Dalam Tanah
Arriyadh Prayugo lahir di Banyuasin, pada hari ke sepuluh di bulan Juni, 1995. Saat ini sedang menempuh pendidikan akhir S1 di Universitas Sriwijaya Program Studi Agroteknologi spesialis Budidaya Pertanian. Aktif di beberapa kegiatan dan konsultan pertanian. Penulis juga merupakan founder sekaligus pengurus LapakPetani.com dan BibitPalembang.id. Sosok yang memiliki ketertarikan dengan hobi membaca dan menulis melatarbelakangi berdirinya blog yang bertema "Artikel, ide dan edukasi" ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here