mengatasi kelebihan unsur hara
Ciri tanaman kekurangan P, wikimedia.org

Kunci untuk mendapatkan tanaman yang subur dan sehat adalah dengan cara menyediakan nutrisi seimbang pada tanah. Unsur-unsur pokok dan harus ada bagi tanaman untuk menunjang pertumbuhannya yaitu Nitrogen, Fosfor dan Kalium. Ketiga unsur ini harus dalam bentuk tersedia agar tanaman dapat tumbuh sebagaimana mestinya.

Kekurangan ketiga unsur tersebut akan menimbulkan dampak negatif yang signitifkan bagi tanaman. Mulai dari pertumbuhan yang terhambat, daun menguning, produksi rendah hingga mudah terserang hama dan penyakit. Di sisi lain, apabila salah satu unsur hara melebihi batas maka juga akan berdampak buruk bagi tanaman.

Pemupukan terbaik adalah pemupukan yang seimbang, selaras dengan jenis struktur tanah, populasi mikroba, dan pH tanah. Tapi inilah sensasi berkebun, kita akan terus belajar menciptakan tanah yang subur dengan meniru proses alami di ekosistem tanah dan mulai bereksperimen. Baca juga Memahami Fungsi Pupuk NPK Berdasarkan Angka di Label Kemasan

Meningkatkan Penyerapan Nutrisi/Unsur Hara Pada Tanaman

Ada tiga cara utama dalam meningkatkan penyerapan nutrisi bagi tanaman: meningkatkan ketersediaan mikroba/hayati, menambahkan sumber bahan organik dan memperbaiki sifat kimia tanah, dalam hal ini pH

Ketiga hal tersebut dapat dilakukan dengan cara penambahan kompos atau pupuk organik yang bisa dibeli di toko pertanian atau membuat sendiri di rumah (baca: 5 Sumber Bahan Organik Rumahan Untuk Membuat Kompos Berkualitas). Penambahan bahan organik dapat meningkatkan jumlah dan aktifitas mikroba menguntungkan di dalam tanah, memberi nutrisi tersidia untuk tanaman, sekaligus memperbaiki sifat kimia, fisika dan biologi tanah yang sesuai bagi tanaman.

Inilah pentingnya melakukan pengujian tanah sebelum penanaman dilakuakan untuk mengetahui jumlah unsur hara di dalam tanah serta pH (3 Komponen Penting Dalam Uji Kesuburan Tanah)

Pupuk Kimia Yang Berlebihan Sangat Berbahaya Bagi Tanaman dan Lingkungan

Penggunaan pupuk kimia seperti ammonium sulfat memang memiliki efek yang cepat diserap tanaman, sehingga hasilnya juga cepat untuk dapat dilihat. Namun yang harus kita ketahui pemakaian yang tidak sesuai dosis dan berlebihan akan merusak ekosistem tanah.

Banyak pupuk kimia yang secara langsung beracun terhadap organisme tanah, terutama dalam jumlah tinggi, zat tersebut akan bereaksi dengan unsur lain di dalam tanah untuk menciptakan zat beracun seperti asam sulfat, hidrogen sulfida dan klorin. Ion hidrogen yang dilepaskan berlebihan juga akan mengganggu penyerapan hara. Selain itu pupuk kimia juga dapat meningkatkan kadar garam mineral di dalam tanah dan “mencuri” persediaan air dari tanaman.

Defisiensi unsur hara sangat mudah diperbaiki, hanya dengan menambahkan jenis pupuk tertentu tanaman sudah bisa pulih. Namun jika dalam kasus overdosis unsur hara, ini yang sangat berat untuk memperbaikinya. Cara terbaik untuk mengatasi overdosis pupuk adalah dengan menghentikan pemupukan dalam jangka waktu tertentu. Sehingga seiring dengan terjadinya pencucian akibat air hujan maka kadar kelebihan hara dapat diatasi.

Ciri Umum Defisiensi dan Kelebihan Unsur Hara Nitrogen, Fosfor, Kalium dan Sulfur

Berikut ini adalah referensi masalah 4 unsur hara makro penting bagi tanaman beserta ciri tanaman yang mengalami defisiensi dan overdosis unsur hara N, P, K dan S.

1. Nitrogen (N)

  • Ciri Tanaman Kekurangan Nitrogen (defisiensi): Daun menjadi hijau pucat dan kekuningan sebelum akhirnya layu, gejala dimulai dari daun yang lebih tua dan pertumbuhan tanaman secara keseluruhan melambat.
  • Sumber Pupuk Nitrogen: Rumput laut, kompos, dan pupuk kimia yang mengandung nitrat, amonium atau urea. Peningkatan unsur N dalam tanah juga dapat dibantu dengan menanam tanaman leguminosa seperti kacang kedelai karena memiliki hubungan simbiosis dengan bakteri pemfiksasi nitrogen di udara.
  • Ciri Tanaman Kelebihan Unsur Nitrogen (overdosis): Pertumbuhan daun sangat banyak, tanaman tidak bisa berbunga dan berbuah, daun kecoklatan dan pada batas tertentu menyebabkan tanaman seperti terbakar terutama pada bagian daun.

2. Kalium (K)

  • Ciri Tanaman Kekurangan Kalium (defisiensi): Daun keriting dan menguning terutama bagian tepi dan ujung daun. Pertumbuhan akar melambat, mudah terserang penyakit, pada kasus tertentu akan muncul bintik-bintik coklat atau ungu di bagian bawah daun.
  • Sumber Pupuk Kalium: Kompos, potassium sulfat, rumput laut, batuan mineral, abu kayu dan pupuk KCL (MoP).
  • Ciri Tanaman Kelebihan Unsur Kalium (overdosis): Tanaman akan mengalami defisiensi kalsium, kadar oksigen rendah di dalam tanah, produksi senyawa beracun meningkat, hilangnya struktur tanah yang menyebabkan pemadatan dan infiltrasi air yang buruk.

3. Fosfor (P)

  • Ciri Tanaman Kekurangan Fosfor (defisiensi): Pertumbuhan daun, tunas dan akar yang buruk. Warna daun hijau tua, ungu hingga merah, pembentukan bunga dan buah terhambat, fiksasi nitrogen berkurang pada tanaman leguminose.
  • Sumber Pupuk Fosfor (P): Kompos, kotoran ayam, batuan fosfat batu dan pupuk TSP.
  • Ciri Tanaman Kelebihan Fosfor (overdosis): Menguningnya daun dan terdapat bercak coklat akibat terganggunya penyerapan unsur hara mikro.

4. Sulfur (S)

  • Ciri Tanaman Kekurangan Sulfur (defisiensi): Biasa terjadi pada tanah yang lapuk dan daerah dengan curah hujan tinggi. Daun muda warnanya memudar dan menguning, pertumbuhan kurus kerdil dan persentase kematian bibit tinggi, .
  • Sumber Pupuk Sulfur: Kompos, kalium sulfat dan garam inggris.
  • Ciri Tanaman Kelebihan Sulfur (overdosis): Jarang ditemui namun apabila bereaksi di dalam tanah dalam jumlah berlebihan akan menyebabkan tanah menjadi sangat masam.

Itulah artikel mengenai masalah pemupukan nitrogen, kalium, fosfor dan Sulfur yang sering kita temukan di lapangan. Apabila ada pertanyaan spesifik mengenai pemupukan silahkan ditanyakan pada kolom komentar di bawah ini

 

BAGIKAN
Berita sebelumyaAquaponik, Kombinasi Budidaya Ikan Sekaligus Sayuran
Berita berikutnyaTips Menanam Tomat Agar Produksi Memuaskan
Arriyadh Prayugo lahir di Banyuasin, pada hari ke sepuluh di bulan Juni, 1995. Saat ini sedang menempuh pendidikan akhir S1 di Universitas Sriwijaya Program Studi Agroteknologi spesialis Budidaya Pertanian. Aktif di beberapa kegiatan dan konsultan pertanian. Penulis juga merupakan founder sekaligus pengurus LapakPetani.com dan BibitPalembang.id. Sosok yang memiliki ketertarikan dengan hobi membaca dan menulis melatarbelakangi berdirinya blog yang bertema "Artikel, ide dan edukasi" ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here