masalah kompos
Kompos

Seperti yang sudah kita ketahui, pengomposan merupakan proses penting yang mendorong keberlanjutan dan kesehatan tanah, tanaman serta keluarga khususnya jika kita berkebun dalam skala pekarangan.

Kompos merupakan bahan organik yang mengandung unsur hara penting lengkap dengan unsur mikro yang dibutuhkan oleh tanaman. Membuat kompos sendiri di rumah merupakan kemajuan pesat bagi seorang pekebun. Selain lebih ekonomis, beralih sedikit demi sedikit menggunakan kompos dapat menjaga keberlanjutan lahan pertanian dan menjaga kesuburan tanah.

Prinsip cara membuat kompos sebenarnya sama dan cukup sederhana, yakni mencampur bahan-bahan organik seperti sampah dapur dan lain-lain lalu menumpukkannya menjadi satu. Tapi ada dalam membuat kompos kadang kita memiliki masalah tertentu, seperti timbul bau yang menyengat, bahan kompos lama terurai dan lain-lain. Dibawah ini kita akan membahas masalah-masalah tersebut serta cara mengatasinya.

Artikel Rekomendasi

6 Masalah Umum Dalam Membuat Kompos

Tumpukan Kompos Berbau Menyengat

Tumpukan kompos yang baik dan berkualitas seharusnya tidak berbau menyengat. Jika tumpukan memang berbau busuk, kemungkinan besar kompos yang dibuat terlalu basah atau terlalu banyak nitrogen karena C/N rasio yang tidak seimbang.

Cara mengatasi kompos berbau menyengat yakni dengan cara menambahkan bahan yang mengandung karbon seperti daun-daun kering atau arang sekam lalu diaduk rata.

Bahan Kompos Lambat atau Tidak Terurai

Kompos yang tidak terurai atau terdekomposisi disebabkan oleh banyaknya bahan karbon atau bahan-bahan kering. Selain itu pengomposan yang lambat juga disebabkan oleh banyaknya potongan-potongan bahan yang terlalu besar.

Untuk mengatasi kompos lambat terurai bisa menambahkan air ke tumpukan kompos. Jika masih tidak berhasil cobalah untuk memotong bahan kompos menjadi potongan-potongan kecil sebelum menambahkannya ke tumpukan. Untuk mempercepatnya kita juga bisa menambahkan Em4 atau membuatnya sendiri dengan nasi basi (Cara Mudah Membuat MOL dari Nasi Bekas)

Bahan Kompos Mengundang Banyak Binatang Liar

Kompos dari rumah tangga biasanya dibuat dari makanan sisa dan memiliki sifat yang hangat. Sangat wajar apabila binatang liar seperti tikus dan anjing sangat betah berada di atas kompos.

Cara yang tepat untuk menjauhkan binatang liar tersebut yakni dengan cara menutup tumpukan kompos dengan terpal atau semacamnya agar binatang tidak menyadari keberadaan sampah organik tersebut.

Tumpukan Bahan Kompos Tidak Panas

Tumpukan bahan organik yang sedang aktif terurai sebelum menjadi kompos utuh memiliki suhu ideal antara 46-70 derajat Celsius. Jika suhu tumpukan bahan kompos kurang dari itu, kemungkinan mikroorganisme pengurai tidak bekerja dikarenakan kompos terlalu banyak bahan-bahan kering atau terlalu banyak karbon

Cara mengatasi bahan kompos tidak panas yakni dengan menambahkan bahan-bahan segar seperti sayuran limbah rumah tangga atau bahan-bahan segar lain yang mengandung banyak nitrogen. Jangan lupa bahan dicincang kecil terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke tumpukan kompos.

Tumpukan Bahan Kompos Terlalu Panas

Hal ini sangat bisa terjadi dan wajar, apabila kompos tidak dibalik maka akan menimbulkan suhu yang sangat tinggi >70 derajat celsius. Jika hal ini terjadi, kita cukup membalikkan atau mengaduk tumpukan kompos untuk menurunkan suhunya. Jika perlu, bisa ditambahkan air apabila suhu sangat tinggi dan sulit diturunkanj.

Timbul Jamur di Permukaan Kompos

Jamur yang timbul dipermukaan kompos biasanya tidak berbahaya. Jamur tersebut merupakan jamur dekomposer yang membantu menuraikan kompos. Jamur tersebut juga bisa menjadi indikator bahwa kompos sudah dingin dan dapat diaplikasikan.

BAGIKAN
Berita sebelumyaKalsium Nitrat Untuk Mengatasi Busuk Pantat Ujung Buah Tomat
Berita berikutnyaPeran Kalsium atau Kapur Bagi Tanaman
Arriyadh Prayugo lahir di Banyuasin, pada hari ke sepuluh di bulan Juni, 1995. Saat ini sedang menempuh pendidikan akhir S1 di Universitas Sriwijaya Program Studi Agroteknologi spesialis Budidaya Pertanian. Aktif di beberapa kegiatan dan konsultan pertanian. Penulis juga merupakan founder sekaligus pengurus LapakPetani.com dan BibitPalembang.id. Sosok yang memiliki ketertarikan dengan hobi membaca dan menulis melatarbelakangi berdirinya blog yang bertema "Artikel, ide dan edukasi" ini.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here